Sabtu, 20 November 2010

MANAJEMEN PRODUKSI ( SESI 7 )


MANAJEMEN PRODUKSI

Perkembangan Manajemen Produksi
          Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya factor :
·         Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi. Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
  • Revolusi Industri. Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
    Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.

    Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
    1. Bertambahnya penggunaan mesin
    2. efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,
    3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.
    4. meluasnya system perbankan dan perkreditan.
    Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi, sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran.
  • Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan computer. Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
  • Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
          Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya    metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
          1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
          2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
          3. pelatihan pekerja dengan metode baru
          4. pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.


 Pengertian Manajemen Produksi

          Manajemen Produksi yaitu kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan /koordinasi kegiatan orang lain. Organisasi yaitu alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen. Manajemen Produksi yaitu kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya.

          Dalam peningkatan produktivitas dijumpai2 permasalahan penting, yaitu:
                   1. Produktifitas akan meningkat apabila terdapat perbaikan kondisi                            kerja
                    2. Beberapa peningkatan produktivits tidak dapat membantu organisasi                      secara keseluruhan.
                   3. Pengertian produksi. Produksi diartikan sebagai suatu kegiatan yang                                 mentransformasikan masukan(input) menjadi keluaran(output).                                 Produksi dimaksudkan sebagai kegiatan pengolaha dalam pabrik, yang                           hasilnya berupa barang  konsumsi dan barang produksi.
                   4. Proses Produksi

Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:

          1. Kelangsungan hidup

                   a. Produksi terus-menerus
                       Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-                                      barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi                                 tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin.proses ini                                       menghasilkan produk yang standar(massal)

                   b. Produksi yang terputus-putus
                       Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus                           mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.

          2. Teknik
                   a. Proses Ekkstraktif
                   b. Proses analitis
                   c. Proses Pengubahan
                   d. Proses Sintetis

 Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
      
          Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi
                   1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
                   2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
                   3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
                   4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena                                        pertentangan dengan keadaan lain.

          Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :
                   1. Proses
                   2. Kapasitas
                   3. Persediaan
                   4. Tenaga Kerja
                   5. Mutu/Kualitas
                   6. Ruang Lingkup Manajemen Produksi

          Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan sistem produksi serta pengoprasiannya.

          Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi :
                   1. Seleksi dan desain hasil produksi
                   2. seleksi dan perancangan proses serta peralatan
                   3. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
                   4. rancangan tata letak dan arus kerja
                   5. Rancangan tugas
                   6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

 Fungsi Serta Sistem Produksi Dan Operasi
    A. Fungsi Produksi dan Opersi
          Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi
                   1. Proses Pengolahan
                   2. jasa-jasa penunjang
                   3. Perencanaan
 
    B. Sistem Produksi dan Operasi
          Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran.

                                                                        Sumber : www.google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar