Sabtu, 12 November 2011

(SEM.3) EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN



Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dari Sisi Perusahaan

1. Efisiensi Perusahaan Koperasi
          Tidak dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahiranya dilandasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
          Ukuran kemanfatatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukuranynya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.      
          Efisiensi merupakan penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau sesungguhnya.        
          Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi 2 jenis manfaat ekonomi yaitu :
·         Manfaat Ekonomi Langsung (MEL) MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengankoperasinya.
·         Manfaat Ekonomi Tidak Langsung
MELT adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pda saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya sutu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/ pertangguangjawaban pengurus dan pengawas yakni penerimaan SHU anggota.

Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
                        TME = MEL +MELT
                        MEN = (MEL+MELT)-BA

Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurposen), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
                        MEL = Efp+EfPK+Evs+EvP+EvPU
                        MELT= SHUa



2. Efektivitas Koperasi
          Efektivitas adalah pencapaiaan target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya(OA), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), Jika Os>Oa disebut efektif.

Rumus perhitungan Efektivitas Koperasi (EvK):
EvK  = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
        Anggaran SHUk + Anggaran MEL
      = Jika EvK >, berarti Efektif

3. Produktivitas Koperasi
          Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan(I), jika (0>1) disebut Produktif

Rumus Perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK =      SHUk      X 100%
       Modal Koperasi

PPK = Laba bersih dari uasaha dengan non anggota X 100%
                        Modal Koperasi


4. Analisis Laporan Keuangan
          Laporan Keuangan selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan, koperasi juga merupakan bagian dari laporan pertanggung jawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Secara umum laporan keuangan meliputi :
1. Neraca
2. Perhitungan Hasil Usaha
3. Laporan arus kas
4. Ctatan atas laporan keuangan
5. Laporan Perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan.

SOAL :
1.     Manfaat ekonomis pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara…
a.    TME=MEL+MELT
b.    TME=MEL-MELT
c.    TME=MEL*MELT
d.    TME=MEL:MELT
Jawaban       : A

2.    Dibawah ini pernyataan yang benar adalah …
a.    MELT > SHUa
b.    MELT < SHUa
c.    MELT = SHUa
d.    MELT tidak sama dengan SHUa
Jawaban       : C

3.    Pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan OA dengan OS adalah pengertian dari…
a.    Efisiensi perusahaan
b.    Produktivitas koperasi
c.    Anggaran koperasi
d.    Efektivitas koperasi
Jawaban       : D

4.    Suatu pencapaian target akan PRODUKTIF apabila…
a.    Output > 1
b.    Output < 1
c.    Output = 1
d.    Output tidak sama dengan 1
Jawaban       : A

5.    Rumus produktivitas koperasi adalah…
a.    PPK = SHUk + Modal Koperasi x 100%
b.    PPK = SHUk – Modal Koperasi x 100%
c.    PPK = SHUk : Modal Koperasi x 100%
d.    PPK = SHUk *Modal Koperasi x 100%
Jawaban       : C
Sumber : http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-koperasi/evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat-dari-sisi-1

(SEM.3) EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA


Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Anggota
A.  Efek Ekonomis Koperasi
          Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi.
          Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1.Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.

B.   Efek Harga dan Efek Biaya
          Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
          Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
          Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.

C.   Analisis Hubungan Efek Ekonomi Dengan Keberhasilan Koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunyayang di kejar  oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh anggota.
Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.

D.  Penyajian Dan Analisi Neraca Pelayanan
Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non               koperasi).
          2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan   peradaban.
Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
          Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.

SOAL :

1.     Di bawah ini yang termasuk kemanfaatan ekonomis yang sejalan dengan motivasi utilitarian, kecuali …
a.    Intensif berupa pelayanan barang dan jasa
b.    Adanya pengurangan biaya
c.    Adanya penambahan biaya
d.    Diperolehnya harga menguntungkan baik tunai / bentuk barang
Jawaban       : C

2.    Fungsi Laba bagi koperasi tergantung pada …
a.    Besar kecilnya partisipasi
b.    Besarnya partisipasi
c.    Kecilnya partisipasi
d.    Tidak adanya partisipasi
Jawaban       : A

3.    Faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya adalah…
a.    Besarnya partisipasi
b.    Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain
c.    Adanya pengurangan  biaya
d.    Adanya penambahan biaya
Jawaban       : B

4.    Informasi yang datang untuk meningkatkan pelayanan terutama akan datang dari…
a.    Anggota koperasi
b.    Pengurus koperasi
c.    Pengawas koperasi
d.    Manajemen koperasi
Jawaban       : A

5.    Suatu perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat dari…
a.    Besarnya keuntungan
b.    Besarnya partisipasi
c.    Adanya tekanan persaingan
d.    Perubahan waktu dan peradaban
Jawaban       : D

Sumber : http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-koperasi/evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat-dari-sisi

Senin, 31 Oktober 2011

Permodalan Koperasi


Permodalan Koperasi
Pengertian Modal Koperasi
          Modal koperasi merupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha – usaha koperasi.
 -Modal jangka panjang
 -Modal jangka pendek
 -Koperasi harus mempunyai rencana pembelanjaan yang konsisten.

SUMBER – SUMBER MODAL KOPERASI
A. Sumber – sumber Modal Koperasi (UU NO.12/1967)
• Simpanan Pokok
• Simpanan Wajib
• Simpanan Sukarela
• Modal Sendiri

B. Sumber – Sumber Modal Koperasi (UU NO.25/1992)
• Modal Sendiri (equity capital) , bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/ hibah.

• Modal Pinjaman (dept capital) , bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.

Distribusi Cadangan Koperasi
• Cadangan menurut UU No.25/1992 adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
• Sesuai anggaran dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25% dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota di sisihkan untuk cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60% disisihkan untuk cadangan.

Manfaat Disrtribusi Cadangan
• Memenuhi kewajiban tertentu
• Meningkatkan jumlah operating capital koperasi
• Sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari
• Perluasan usaha


SOAL :
1.     Di bawah ini Sumber – sumber Modal Koperasi (UU NO.12/1967), kecuali…
a.    Simpanan Wajib
b.    Simpanan Sukarela
c.    Modal Sendiri
d.    Modal pinjaman
Jawaban       : D

2.    Modal yang bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/ hibah adalah..
a.    Modal pinjaman
b.    Simpanan wajib
c.    Modal sendiri
d.    Simpanan sukarela
Jawaban       : C

3.    Modal yang bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah adalah…
a.    Modal pinjaman
b.    Simpanan wajib
c.    Modal sendiri
d.    Simpanan sukarela
Jawaban       : A

4.    Manfaat distribusi cadangan koperasi, kecuali...
a.    Memenuhi kewajiban tertentu
b.    Meningkatkan jumlah operating capital koperasi
c.    Sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan laba di kemudian hari
d.    Sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari
Jawaban       : C

5.    Berapa persentase SHU yang berasal bukan dari usaha anggota yang harus disisihkan untuk cadangan…
a.    45%
b.    60%
c.    25%
d.    35%
Jawaban       : B